Jumat, 22 September 2017

Worldwide Mover Express ( WMX )

Tidak hanya document dan paket saja, kami siap membatu mengantar barang pindahan atau barang pribadi anda sampai ke Negara tujuan. Info lebih detail, silahkan hubungi kami.

TERM  AND CONDITIONS

A. KERUSAKAN

Klaim kerusakan harus diberitahukan dalam waktu 3 hari sejak tanggal barang di terima dengan di lampirkan photo sebagai bukti . Sipenerima harus cantact agen yang melakukan pengiriman secepatnya setelah menemukan bahwa ada kerusakan pada pengiriman sehingga agen dapat segera merespon dan memastikan bahwa klaim dapat diproses atau tidak.

Jika kesalahan berasal dari perusahaan kami, Gratis biaya kirim untuk penggantian barang yang rusak, tetapi biaya pengiriman pertama harus dibayar.

B. KEHILANGAN

Jika terjadi kehilangan disebabkan kesalahan berasal dari perusahaan kami, maka kami akan akan menggantinya sesuai dengan kontrak standar maksimum penggantian US$ 100,00 atau sesuai dengan nilai dari faktur komersial.

C. ASURANSI

Jika nilai faktur komersial barang lebih dari US $ 100,00, dan Anda ingin mengasuransikannya silahkan kontak kami untuk detailnya.

D. KETERLAMBATAN

Jika kiriman tertunda/terlambat selama lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja, biaya pengiriman akan kami diskon 5%.

Kami tidak bertanggung jawab atas keterlambatan yang di sebabkan factor berikut: 1. Libur Nasional 2. Faktor keadaan 3. week end 4. Proses Bea Cukai 5. Alamat tidak lengkap 6. Penerima Pindah 7. Penerima Tidak ditempat 8. Proses pembayaran pajak Bea Cukai 9. Proses dokumen dari sipenerima 10 Diluar area service

E. LAPORAN PENGIRIMAN

Bukti Laporan Pengiriman (POD) atau rekapitulasi akan kami berikan setiap saat jika diperlukan.


PERHITUNGAN BERAT

Dalam melakukan pengiriman, ada dua jenis cara penghitungan berat barang. Yaitu berat sesungguhnya dan berat volume. Adapun cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Berat sesungguhnya (Berat aktual)

Berat sesungguhnya adalah berat yang diperoleh dari hasil penimbangan. Lazimnya di Indonesia menggunakan satuan kilo gram (kg).

Saat melakukan penimbangan barang, biasanya berat barang sering tidak tepat menunjukkan bilangan bulat. Contohnya 4,3 Kg, atau 12,7 Kg. Apabila hal ini terjadi, biasanya pihak ekspedisi membulatkan berat barang ke atas. Misalkan 4,3 kg dibulatkan menjadi 5 kg.

  • Berat Volume (Berat Volumetrk)

Berat volume adalah berat yang didapat dari hasil perhitungan dengan menggunakan ukuran volume barang yang akan dikirim. Perhitungan ini didasarkan pada kondisi dimana berat aktual barang kecil (ringan) akan tetapi memakan tempat (volume besar).

Rumus yang digunakan untuk pengiriman adalah:

Panjang (cm) X Lebar (cm) X Tinggi (cm) : 5000.

Rumus ini sudah dipakai dan diterima secara luas dan di akui oleh ASPERINDO.

Sebagai contoh, barang dengan panjang 100 cm, lebar 100 cm dan tinggi 100 cm, maka memiliki berat volumetrik : 100 X 100 X 100 / 5000 = 200 Kg.

Dari dua cara perhitungan diatas, pihak ekspedisi akan membandingkan antara berat sesungguhnya dengan berat volume. Dimana biaya yang ditagihkan akan menggunakan ukurang yang lebih besar.

Contohnya pengiriman :

Berat sesungguhnya 14 kg dan berat volumenya 50 cm x 60 cm x 80 cm : 5000 = 48 kg

Biaya yang akan ditagihkan oleh ekspedisi adalah 48 kg x Tarif pengirimannya.

Demikianlah cara perhitungan apabila kita akam mengirim barang menggunakan jasa ekspedisi.

 

KLASIFIKASI BARANG BERBAHAYA

Barang berbahaya diklasifikasikan menjadi 9 kelas yaitu :

  • Kelas 1

 Explosive, dikelompokkan menjadi 9 divisi dari divisi 1.1 sampai dengan divisi 1.6.

  • Kelas 2

Gas, dikelompokkan menjadi 3 divisi yaitu:

2.1 untuk gas mudah menyala,

2.2. untuk gas tidak mudah menyala dan tidak beracun serta klas

2.3 uuntuk gas yang tidak beracun.

  • Kelas 3

 Cairan mudah menyala. Kelas ini tidak mempunyai sub divisi.

  • Kelas 4

 Padatan mudah menyala, terdiri dari 3 divisi yaitu:

4.1 untuk padatan mudah menyala

4.2 untuk padatan mudah terbakar secara spontan

4.3 untuk bahan yang bila kontak dengan air mengeluarkan gas yang mudah menyala.

  • Kelas 5

Bahan Pengoksidasi dan organik peroksida, dibagi menjdi 2 divisi yaitu:

5.1 Untuk bahan pengoksidasi

5.2 untuk organik peroksida.

  • Kelas 6

Bahan beracun dan infectious, terdiri dari 2 divisi yaitu:

6.1 untuk bahan beracun

6.2 untuk bahan infectious.

  • Kelas 7

Bahan radioaktif.

  • Kelas 8

Bahan korosif, tidak ada sub divisi

  • Kelas 9

 Lain-lain